Pada zaman dahulu di sebuah hutan yang
lebat tinggal seekor hewan bernama Kancil, pada saat itu cuaca sangat
cerah dan bertiuplah angin sepoi-sepoi yang membuat si Kancil menjadi
sangat mengantuk.
Akhirnya si Kancil mempunyai ide untuk
berjalan-jalan di hutan agar harinya tidak sia-sia dan agar si Kancil
tidak merasa ngantuk lagi.
Pada saat itu Kancil mulai
berjalan-jalan dengan membusungkan dada menyusuri hutan dan akhirnya dia
sampai di sebuah bukit, lalu berteriaklah sang Kancil "wahai penghuni
hutan, aku adalah hewan yang paling cerdas, cerdik, dan pintar.
Tidak ada hewan yang bisa menandingi kecerdasanku, kecerdikanku dan kepintaranku".
Setelah berteriak diatas bukit si Kancil
melanjutkan perjalannya lagi turun bukit dan pada akhirnya si Kancil
menjumpai sebuah sungai, akhirnya si Kancil menyusuri sungai tersebut
dan pada saat itu si Kancil menjumpai se ekor siput dan terjadi
percakapan diantara Kancil dan Siput, si Siput pun menyapa si Kancil :
Siput : "Hai Kancil.....?".
(Kancil menjawab dengan sombong dan memalingkan wajahnya)
Kancil : "Hai juga Siput..."
Siput : "Apakah kamu sedang bergembira si Kancil?, tadi aku mendengar kamu berteriak-teriak di atas bukit".
(Kancil menjawab dengan nada yang sombong)
Kancil : "Tidak juga, aku hanya
memberitahukan saja kepada semua penghuni hutan ini kalau aku adalah
hewan yang paling cerdas, cerdik dan pintar serta tidak ada yang bisa
menandingi aku".
(Siput melanjutkan pembicaraannya dengan rasa tersinggung)
Siput : "Sombong sekali kamu kancil...., akulah hewan yang paling cerdik di hutan ini"
(si Kancil menjawab)
Kancil : "Ah... mana mungkin kau
Siput..., tubuhmu saja kecil, jalanmu pelan, mana mungkin kamu bisa
secerdas aku dan setangkas aku.."
Si Siput marah dan tidak terima dengan
si Kancil dan akhirnya si Siput menantang lomba lari kepada si Kancil
untuk membuktikan bahwa si Siput adalah hewan yang paling cerdas dan
pintar. dan bicaralah si Siput :
Siput : "Baiklah Kancil.... bagaimana kalau besok pagi aku tantang kamu untuk berlomba lari"
Dengan wajah tersenyum menyepelehkan Kancil berkata :
Kancil : "Hah... Baiklah... aku terima tantanganmu Siput, besok pagi aku akan datang dan berlomba lari denganmu"
Akhirnya terjadilah kesepakatan antara
si Kancil dan si Siput untuk berlomba lari. Saat itu, hari mulai sore
dan akhirnya si Kancil pergi meninggalkan Siput, dan pada saat itu pula
Siput lalu mempersiapkan strategi dan meminta tolong kepada
teman-temannya untuk memenangkan pertandingan besok pagi melawan si
Kancil.
Siput meminta agar temannya bersembunyi
berjajar di sepanjang jalur lomba lari. Dan tidak lupa si Siput
memberitahukan kepada teman-temannya agar dia muncul di depan Kancil
ketika Kancil berteriak.
Hari mulai petang, Siput dan
teman-temannya berjalan berbaris menuju lokasi yang telah di tentukan
dan bersembunyi berjajar sepanjang lintasan lomba lari, dan pada waktu
yang bersamaan pula si Kancil mempersiapkan diri untuk mencari tempat
tidur dan berlindung, dan malam pun dilalui
Pagi yang cerah... matahari pun terlihat
sinarnya begitu indah, suara burung berkicau dan hewan-hewan lain mulai
bergemuruh, terbangunlah si Kancil dengan perlahan-lahan membuka
matanya dan segera bergegas menuju tempat si Siput. Setelah sampai di
tempat Siput, si Kancil langsung memanggil dengan suara yang keras.
Kancil : "Hai Siput, Apakah kau sudah siap berlomba lari denganku?"
(Siput menjawab dengan suara lantang)
Siput : "Tentu saja aku sudah siap Kancil... dan aku pasti akan menang..."
Selanjutnya Siput mempersilahkan Kancil
untuk berlari lebih dulu dan berlarilah Kancil dengan sangat kencang dan
Kancil beranggapan Siput tidak akan bisa mengejar si Kancil.
Setelah beberapa saat kemudian si Kancil
berteriak kepada Siput : "Kamu sudah sampai mana Siput?", Siput
langsung berteriak menjawab "Aku ada di depanmu, ayo apakah kamu tidak
bisa berlari lebih cepat Kancil?".
Kemudian Kancil berlari lebih kencang
dan menyalip si Siput, dan pada saat kemudian setelah Kancil telah
merasa ada di depan, Kancil kembali berteriak pada Siput : "Kamu
Sekarang sudah sampai di mana Siput?" kembali berteriak si Siput "Aku
ada di depanmu Kancil.."
Dengan terheran melihat bahwa si Siput
ada di depan, maka Kancil langsung berlari dan menambah kecepatannya
lagi, dan pada beberapa saat kemudian si Kancil berteriak lagi "Kamu
sudah sampai mana Siput?" Ternyata si Siput tidak menjawab pertanyaan
Kancil, akhirnya Kancil pun berfikir bahwa dirinya adalah pemenangnya.
Setelah beberapa saat kemudian Kancil
sudah mulai lemas dan kehabisan tenaga karena berlari dengan sangat
kencang dan pada saat itu pula si Kancil hampir sampai garis finish
wajah Kancil pun sangat gembira sekali karena di perjalanan terakhir
Kancil tidak mendengar suara jawaban dari si Siput, Kancil merasa bahwa
dirinya adalah pemenang dari perlombaan itu.
Tinggal beberapa langkah lagi Kancil
sudah sampai garis finish, dan sebelum sampai garis finish Kancil
terkejut karena di garis finish ada si Siput sudah duduk di atas batu,
dan berteriaklah Siput kepada Kancil : "Hai Kancil... kenapa kamu lama
sekali? aku sudah ada disini sejak tadi"
Akhirnya si Kancil berjalan dengan menundukkan kepala menuju Siput untuk mengakui kekalahannya,
dan Siput Berkata: "Makanya jangan
sombong kamu Kancil, kamu memang hewan yang cerdik dan pintar, tapi
belum tentu kamu adalah yang paling cerdik dan pintar",
Kancil menjawab : "iya kamu benar Siput, aku minta maaf dan aku tidak akan sombong lagi".
dalam cerita ini mengandung sebuah inti
pesan bahwa jadi seseorang itu tidak boleh sombong dan tidak boleh
merasa pintar, karena masih ada langit di atas langit, masih banyak
orang-orang yang lebih pintar dan cerdik dari yang merasa pintar dan
cerdik.
{Tamat}
Baca Juga:
Demikian Cerita dari Saya, Kalau Ada Kata-Kata yang Salah Mohon di Maafkan. Sekian Terima Kasih dan Sampai Jumpa.
Salam BacaKarya
Tags:
#Dongeng Kancil dan Siput #Si Kancil dan
Siput #Cerita Kancil dan Siput #Dongeng si Kancil dan Siput #Fabel
Kancil dan Siput Lomba Lari #Kancil dan Siput Balapan Lari #Kancil
Tantang si Siput #Cerita Fabel si Kancil dan Siput #Cerita Kancil dan
Siput Lomba Lari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar